Menemukan 1 T di Samudera Hindia

Menemukan 1 T di Samudera Hindia

Portofolio Detail

Oleh:

Jasa Event Organizer Outbound | Team Building di Jakarta

Diposkan Pada:

Rabu, 31 Oktober 2018

Menemukan 1 T di Samudera Hindia

Good To Great Team - PT. Beiersdorf Indonesia with t-Boundaries

Ini adalah kali (tahun) ke 3 kami t-Boundaries PT Maestro Sinergi Indonesia bekerjasama dengan sebuah Perusahaan Milik Asing (PMA) yang bergerak di bidang obat-obatan dan kosmetik (kecantikan), Perusahaan tersebut adalah PT. Beiersdorf Indonesia. Dalam kegiatan kali ini kami mengangkat tema Good to Great Team , yang merupakan lanjutan dari program sebelumnya yaitu tahun 2016 kami bekerjasama dalam kegiatan integrated outbound Management training dengan tujuan team building yang dilakukan dengan Matra kegiatan laut diperairan pulau seribu, Jakarta Utara.

mengingat pembentukan team  (Team Building) sudah mereka lalui tersebut, setahun berikutnya (2017) t-Boundaries mengusulkan dengan tema melangsungkan team yang baik (Team Building Challenge) yang di kemas dilokasi pegunungan, tepatnya di Area Situ Cileunca - Bandung Timur, t-Boundaries memanfaatkan perkebunan teh dan hutan sebagai media (matra) darat, serta danau dan sungai sebagai matra berkegiatan airnya , dalam kegiatan ini kami mengintervensi peserta , meyakinkan bahwa mereka sudah pernah membentuk team dan saat ini mebuktikan bahwa team yang mereka bentuk stabil dan terus membaik (to Be Good Team)

di Bulan Oktober 2018 tepatnya, kami t-Boundaries di tantang kembali untuk mendesain program lanjutan daripada to be Great team , dengan bermodal teori dalam buku Jims Collin tentang Good to Great Team , maka terjawablah sebuah desain program yang mereka inginkan,

Kegiatan Good to Great Team PT. Beiersdorf Indonesia kali ini dikemas sedikit ekstrim , baik secara Lokasi maupun simulasi yang dimainkan. Sumatera barat adalah pilihan di tahun 2018 Oleh PT. Beiersdorf Indonesia, Kegiatan Kami gelar ke arah kepulauan yang berada di sebelah selatan kota padang, antara lain, pulau Pagang, Pulau Pasurpahan, Pulau Sikuai, dan Swarna Dwipa Club and Resort . Kepulauan dan Resort ini langsung berada di laut lepas samudera Hindia. t-Boundaries mengarahkan pilihan yang memang sudah betul-betul dikuasai baik secara pemetaan dan lokasinya, karena sebelumnya t-Boundaries melakukan beberapa kegiatan outbound di area ini.

Keberangkatan peserta di mulai dengan pertemuan kami t-Boundaries dengan seluruh peserta di Bandara Soekarno Hatta – Tangerang, Banten pukul 03.30, dimana team kami standby dan membantu proses check-in ,Pembagian snack , air mineral, hingga Boarding Time, adapun team pendamping dari t-Boundaries saat itu adalah Team Instruktur & Fasilitator t-Boundaries. Kami mengarahkan peserta untuk menunaikan ibadah sholat subuh terutama bagi yang Muslim dan menunaikan sebelum penerbangan, daftar peserta kami dapat dan sesuai dengan daftar peserta yang kami terima sebelum keberangkatan untuk memastikan kelengkapan peserta , termasuk peserta yang saat itu baru kembali dari spanyol ,serta satu orang peserta yang sudah kami dapatkan informasinya sudah mendarat dan menginap di salah satu hotel di Kota Padang. Penerbangan menuju bandara Minang kabau – Kota Padang , Sumatera Barat kami Mulai Pukul 05.55 WIB, serta kami tempuh dalam waktu 1 jam dan 20 menit, dengan tinggi jelajah 36.000 MDPL, tidak ada perbedaan waktu antara jakarta dan kota Padang

Waktu menunjukkan pukul 07.30, Project Leader t-Boundaries melaporkan pada Whatsapp Grup Team t-Boundaries, bahwa peserta sudah mendarat dengan kondisi terpantau aman, maka  team penjemputpun di antaranya adalah t-Boundaries Project Leader, Team Dokumentator t-Boundaries, Team Koordinasi dan Mobilisai t-Boundaries, siap siaga menyambut kedatangan peserta dari PT. Beiersdorf Indonesia di Bandara Minang Kabau –Kota Padang Sumatera Barat

Setelah berjumpa dengan team t-Boundaries di Bandara Minangkabau – Kota Padang Sumatera Barat, selanjutnya peserta kami arahkan untuk berkemas menuju bus Penjemputan peserta yang telah standby di Lokasi Parkir Bandara, loading Bagage kami pastikan untuk barang peserta tidak ada yang tertinggal selain di tandain dengan Ciri Khusus pada Tas Rangsel yang kami bekali. Perjalanan kami mulai menuju arah timur kota padang, melintas pusat kota, singgah untuk sarapan pagi di Soto Rajawali – Kota Padang, tempat ini dipilih dengan penuh pertimbangan selain memang Rasa Soto Nomor 1 di daratan Sumatera Barat , Lokasinya bersih, Highienis, dan safety Standard Rumah makan yang terjaga. Peserta menikmati sarapan pagi, begitu juga dengan Pimpinan Managemen dari PT. Beiersdorf Indonesia, pria asal Polandia ini memang dikenal sedang beradaptasi dengan masakan Nusantara yang tidak lepas dari sentuhan Pedas, namun di soto Rajawali, beliau juga Turut menikmati salah satu Kekayaan Kuliner Indonesia ini, “tapi tetap tanpa sambal” imbuh beliau dengan senyum khas sambil menikmati alunan Gitar Pengamen Minang. Setelah semua menikmati sarapan “soto padang”, Peserta kami arahkan untuk kembali ke Bus, dan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bungus – Sumatera Barat

20 menit berlalu meninggalkan Soto Rajawali, kami pun tiba di Bungus – Sumatera Barat, Nampak Papan Nama besar berukuran 5 x 10 meter bertulisakan Suwarna Dwipa Beach and Club, serentak peserta mengeluarkan dari saku kantong celanannya untuk mengutak atik Gadget , memastikan bahwa Lokasi yang mereka baca sesuai dengan ekspektasi peserta, karena kabar yang kami terima peserta penuh kejutan dalam kegiatan Pelatihan ini, “saya baru tau kalau mau ke Padang itu tadi Malam Mas,mudah mudahan skenario Pelatihan kali ini tidak horor...ahhahahahaha”, imbuh salah satu peserta wanita yang kebetulan menjadi panitia Pelatihan Outbound Tahun Lalu, sambil terus Browsing dan senyum- senyum.

Begitu turun dari bus , team kami menginfoormasikan untuk sebelum melakukan penyeberangan laut untuk memastikan Medical Checkup terakhir oleh dokter lapangan t-Boundaries. Pemeriksaan tekanan darah, detak jantung dan interview kondisi kesehatan terakhir dilakukan di kantor Suwarna Dwipa Beach Club oleh semua peserta kegiatan.

Dilanjutkan Sailling Safety Induction diantaranya Penggunaan Safety Lifest sebagai standar pelayaran, perkenalan team Nahkoda, kapten kapal dan ABK, setelah masing masing peserta menggunakan Life Jacket, pelayaran dimulai, kami menggunakan 3 Unit kapal, diantaranya kapal dengan kapasitas 30 Orang dengan 2 Buah mesin 40 PK kami peruntukan khusus bagi peserta dengan Jumlah 18 Orang, pendampingan dokter dan instruktur 2 Orang, kapten kapal dan 1 Orang ABK, kapal ke-2 dengan kapasitas 20 Orang dengan mesin berkekuatan 25 PK kami perutukkan kepada panitia dan logistik t-Boundaries, dan kapal ke-3 dengan kapasitas sama mengiringi kami sebagai Back up ( Rescue ) Pelayaran.

Pelayaran penyeberangan menuju Pulau Pasurpahan kami tempuh dalam waktu 50 Menit, sepanjang perjalanan peserta mulai disuguhi dengan pemandangan takjub sumatera barat dari Lautan Hindia, Pembangkit listrik Tenaga Uap Bungus yang dikelola PT. Pertamina , adalah pemandangan pertama yang kami lihat meninggalkan tepi pantai Bungus, dilanjutkan dengan Tebingan berselimut pepohonan hijau yang menawan dan sedikit terolesi kabut mengiringi senyum selfie peserta. Beberapa kepulauan seperti pegunungan lumut mulai terlihat , dan Pulau Pasurpahan satu diantaranya. Kami pun tiba di Pulau Pasurpahan

Setibanya di pulau pasurpahan , peserta langsung kami arahkan untuk menikmati makan siang Box yang kami datangkan khusus dari Pusat Rumah Makan SEDERHANA di Kota Padang, skenario ini kami lakukan karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.30, ada sedikit kemunduran kedatangan peserta, yang dalam skenario awal masuk pulau pasurpahan adalah pukul 11.00 ( 30 menit ), hal ini dikarenakan

1.    Kondisi kedatangan peserta pada pelabuhan Bungus sedikit terlambat ,dikarenakan lalu lintas padat

2.    Proses medical Check up ( adanya catatan Khusus kesehatan Peserta ),

3.    Kondisi Laut yang mengharuskan kami berlayar dengan kecepatan di bawah rata2 Namun keterlambatan ini tidak mengurangi skenario penyampaian materi Pelatihan yang sudah disepakati, dengan menyikapi durasi praktek yang disegerakan.

20 menit setelah dimulainya makan siang, kami informasikan kepada peserta untuk melakukan ibadah sholat dhuhur ( jama’ Ashar ) di Musholla Pulau Pasurpahan bagi muslim yang menunaikan, dan kami informasikan tepat pukul 12.30 kami akan memulai kegiatan pebukaan pelatihan

Kegiatan Pelatihan dengan Metode Integrated Outbound Management Training ini kami kemas dengan Bentuk dan judul kegiatan Digital Sea & Island Amazing Race ,dimana Adalah mengelola pergerakan beromba ( Sea & Island Amazing Race ) di lautan Hindia memanfaatkan pulau ke pulau diantaranya Pulau Pasurpahan, Sikuai, Sironjong, dan Pulau Panggang di sumatera barat, kegiatan dimulai dari titik start Digital Sea & Island Amazing Race berada di Pulau Pasurpahan- Sumatera Barat,dan finish point berada di Pulau Panggang sumatera Barat , dengan jarak tempuh 10-12 Km atau dengan waktu tempuh 2 Jam pengarungan menggunakan Cannoe kelas Racing berpenumpang 2 Orang

 

Beberapa rangkaian tantangan kami hadirkan di masing masing pulau, diantaranya dimana ada satu pulau peserta diharuskan mencari perbekalan untuk pelayaran ( Cannoing ) , yaitu alat transportasi t-Boundaries Cannoe, Dayung dan life jacket, kemudian peserta mendapatkan sebuah clue untuk menuju sebuah pulau dimana pada pulau ke dua peserta ditantang untuk menemukan peta Digital Amazing race pada kedalam 5 meter pada peraian sekitar pulau tersebut. Merekapun tiba di pulau ke 2 memanfaat snorkling untuk penyelaman dangkal dan menyelesaikan tantangan tersebut. Ketika peta di dapat mereka mendapat reward segarnya air kelapa asli pulau itu, merekapun menemukan petunjuk dan melanjutkan perjalanan menuju pulau ke 3.

Sesampainya di pulau ke 3 mereka mendapat potongan peta berikutnya dan menyelesaikan tantangan simulasi keluar dari pulau alcatraz, tantangan berhasil diseesaikan , mereka mendapatkan reward buah-buahan segar dan energy drink, namun mereka mengalami kesulitan untuk menerjemahkan potongan potongan peta yang sudah didapat , dimana peta tersebut adalah petunjuk koordinat menuju pulau terakhir, ternyata mereka memerlukan potongan peta dari kelompok lain, proses ini yang t-Boundaries mau, memberikan pesan bahwa sehebat dan secepat apapun anda berlayar, tetap mebutuhkan potensi kelompok lain dalam team yang hebat.

Dengan berkumpulnya seluruh kelompok yang berlomba , peta berhasil di terjemahkan, ternyata mereka di perintahkan menuju sebuah pulau untuk bermukim di malam pertama. Tidak hanya peta yang mereka satukan, Begitu juga alat transportasi , dari beberapa Cannoe mereka satukan membentuk katamaran, pesan disini adalah sendiri memang cepat, tapi bersama akan berlayar lebih jauh. Disaat tenaga sudah mulai terkuras dalam pelayaran ide ini adalah keputusan tepat untuk menuju pulau pagang

30 menit pelayan mereka lakukan bersama, maka mereka jumpai pulau kosong tak berpenghuni, dengan hamparan pasir putih dan beningnya air laut samudera hindia, mereka tidak menyangka bahwa pulau ini pulau kosong, karena t-Boundaries menyulapnya menjadi pemukiman eksklusif, konsep Glamour kemping dengan tenda dome berikut kerlap kerlip lampunya, mereka melepas lelah di pulau ini menuju senja

Senja berlalu, aroma panggangan ikan dan udang khas sumatera menyapa selera mereka, alunan akustik Reagee dengan band Player yang sengaja t-Boundaries datangkan dari Pulau sumatera mengiringi reward makan malam mewah mereka, acara di lanjutkan dengan berdiskusi malam itu, mereview kegiatan sekaligus membuat komitmen apa yang akan dilakukan sebagai dasar dari kegiatan di hari pertama

Berlanjut keesokan harinya, kami awali pukul 06.00 – 07.00 peserta kami ajak untuk melakukan senam pagi, mengngat kerterlibatan fisik masih mendominasi di hari ke 2 ini. Setelah melakukan peregangan dan kami sisipkan fun Games untuk membangun suasana , peserta menikmati makan pagi, sejenak berenang di laut dan persiapan menuju destinasi terakhir.

Penugasan pun kami berikan , dimana hari ke 2 ini peserta mendapat tantangan menuju Pulau terakhir, dimana pelayaran musti harus dilakukan, kami sudah menyiapkan beberapa peralatan yang mana peserta akan berfikir kreatif untuk memanfaatkannya, membangunya menjadi alat transportasi, peralatan tersebut adalah beberapa  batang bambu dengan ukuran tertentu, tali, dan drum plastik hampa udara, serta yang tetap merupakan alat wajib yaitu dayung dan life Jaket.

Mereka mulai melakukan perencanaan dengan gambar yang serta penuh perhitungan, mengingat lautan yang mereka pandang menuju pulau tujuantidak hanya sebatas selat., melainkan samudera hindia. Berpedoman coretan sebagai perencanaan peserta mulau merangkai satu persatu alat yang kami sediakan membentuk sebuah rakit yang akan berpenumpang 18 orang peserta. Uji kelayakan alat transportasi dengan pengawasan team Water Rescue t-Boundaries dilakukan, setelah terbukti layak, maka simulasi pelayaran ini di Mulai, semangat teriakan kompak mereka terus menyelimuti pelayaran ini hingga sampai pada pulau yang dimaksud, hampir 2 jam mereka habiskan dan apa yang mereka inginkan tercapai, selamat meski sedikit lelah, pengawasan team rescue t-Boundaries membuat kami yakin menyelesaikan tantangan ini , ujar salah satu peserta termuda dalam kegiatan ini

Swarna Dwipa Beach Club & Resort, adalah reward pelayaran yang sangat melelahkan, namun semua itu terbayar dengan apa yang disuguhkan resort yang pernah menjadi resort terbaik Asia ini. Sepintas mengusap keringat , t-boundaries langsung memberikan kotak reward kepada peserta , diiringi dentuman petasan kemenangan , mereka membaca isi surat dalam kotak reward tersebut, yaitu Puas menikmati berbagai fasilitas watersport dan hotel yang ada di lokasi ini, sorak sorai riang gembira, mewarnai suasana kemengan peserta sebagai Great team dan cara merealisasikan 1 T sebagai target mereka

Sebelum kembali terbang ke Jakarta, salah satu Decision Maker Pada kegiatan ini menyampaikan “ Siapkan Program selanjutnya....”

Terimakasih PT. Beiersdorf Indonesia, kami sudah menyiapkan program Team dengan Jenjang lanjutan di Tahun 2019 ini , tentunya sebagai mata rantai berikutnya dalam pembentukan team ( Team Building ) PT. Beiersdorf Indonesia